Algoritma Deret Bilangan Prima

Standard

Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin. Nahmaduhu wa nusholli wa nusallimu ‘alaa rasulihil kariim.

Bilangan prima termasuk bilangan yang cukup unik, kita sudah mempelajari bilangan ini sejak masuk sekolah dasar.

Beberapa referensi yang penulis dapat menyatakan bahwa bilangan prima merupakan bilangan positif yang hanya bisa dibagi oleh tepat 2 pembagi, yaitu angka 1 dan angka tersebut sendiri. Ada juga yang menyatakan sebagai suatu bilangan yang hanya bisa dibagi oleh dirinya sendiri tanpa menyertakan angka 1.

Contoh: 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 43, 47, 53, 59, 61, 67, 71, 73, 79, 83, 89, 97 dan seterusnya.

Teori selanjutnya silakan baca http://en.wikipedia.org/wiki/Prime_number dan http://mathworld.wolfram.com/PrimeNumber.html.

Dalam logika pemrograman, kita cuma perlu memperhatikan mulai angka 2 dan seterusnya. Angka 0 jelas tidak mungkin, karena bilangan ini dibagi angka berapapun akan menghasilkan angka 0. Dan angka 1 juga kita abaikan saja, sebab angka 1 hanya bisa dibagi oleh dirinya sendiri, padahal bilangan prima itu syarat utamanya bisa dibagi oleh 2 bilangan natural yang nyata, yaitu angka 1 dan dirinya sendiri. (Note: bisa dibagi ini dalam artian menghasilkan bilangan bulat positif, bukan bilangan pecahan.)

Berikutnya akan penulis ilustrasikan contoh pembagiannya, dimana kita sepakati bahwa angka pembagi tidak melibatkan angka 1.

2: hanya bisa dibagi 2.

3: hanya bisa dibagi 3.

4: bisa dibagi 2 dan 4 (lebih dari 1 pembagian, maka tidak termasuk bilangan prima).

5: hanya bisa dibagi 5.

6: bisa dibagi 2,3, dan 6 (bukan bilangan prima).

Dan seterusnya.

Misalkan diketahui sebuah bilangan X, bagaimana cara menentukan bahwa bilangan X itu termasuk bilangan prima atau bukan?

Asumsi: X adalah bilangan yang lebih besar dari 2

Berarti bilangan-bilangan yang akan menjadi pembagi adalah mulai angka 2 sampai X-1.

Jika bilangan X bisa dibagi oleh minimal salah satu dari bilangan-bilangan mulai 2 sampai X-1, maka dapat dikatakan bahwa bilangan X adalah bukan bilangan prima.

Contoh: 9

Bilangan sebagai pembagi adalah 2 3 4 5 6 7 8

Untuk mengetahui bahwa suatu bilangan bisa dibagi atau tidak, paling mudah kita menggunakan bantuan mod, yang menyatakan sisa hasil bagi. Jika sisa hasil bagi 0 berarti bisa dibagi.

Continue reading

Algoritma Deret Bilangan Yang Habis Dibagi Bilangan Tertentu

Standard

Alhamdulillahi nahmaduhu wa nusholli wa nusallimu ‘alaa rasulihil kariim.

Setelah menuliskan tutorial mengenai deret bilangan genap ganjil, selanjutnya penulis akan memberikan tutorial yang hampir sama, yaitu bagaimana mengetahui dalam satu deret bilangan, bilangan mana saja yang habis dibagi oleh bilangan tertentu.

Misal, penulis punya sederet bilangan: 1 2 3 4 5 6 7 8 10

Habis dibagi 2: 2 4 6 8 10

Habis dibagi 3: 3 6 9

Habis di bagi 5: 5 10

Dan seterusnya.

Logika pemrogramannya adalah:

KAMUS
   i, bagi, banyak, jum : integer
   rata : real
ALGORITMA
   input ( bagi )
   jum ← 0
   banyak ← 0
   for i ← 1 to 10 do
      if (i mod bagi = 0) then
          output ( i )
          banyak ← banyak + 1
          jum ← jum + i
      endif
   endfor

   rata ← jum / banyak
   output ( "Total Jumlah bilangan ada ", jum )
   output ( "Rata-ratanya: ", rata )

Algoritma di atas memungkinkan kita untuk dapat mengetahui bilangan mana saja dalam sebuat deret yang habis dibagi oleh bilangan tertentu hanya sebatas satu kali periksa.
Continue reading

Algoritma Deret Genap dan Ganjil

Standard

Bismillahi Alhamdulillahirobbil ‘alamiin.

Kali penulis akan berbagi tutorial yang berkaitan dengan logika pemrograman.

Sebagai langkah awal, mari kita ingat lagi bagaimana cara menentukan bahwa sebuah bilangan itu termasuk bilangan ganjil atau genap.

Beberapa bilangan ganjil mulai dari 1 – 10, yaitu: 1 3 5 7 9

Sedangkan, beberapa bilangan genap mulai dari 1 – 10, yaitu: 2 4 6 8 10

Dalam bidang matematika, setiap bilangan yang habis dibagi 2 atau tidak bersisa atau menghasilkan angka 0, maka termasuk bilangan genap. Sebaliknya, apabila bilangan tersebut bila dibagi 2 ternyata bersisa 1, berarti ganjil.

Dalam penyimbolan, sisa habis bagi ini sering menggunakan istilah mod atau simbol %.

Dan untuk hasil bagi positif (division), dapat digunakan istilah div atau simbol / atau \ jika menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.

Contoh:

4 div 2 = 2

4 mod 2 = 0 –> genap

5 div 2 = 2

5 mod 2 = 1 –> ganjil

Sekarang kita gunakan ilustrasi.

A div B = C

A mod B = D

Artinya, bilangan C dikali B kemudian ditambah D sama dengan A. Matematisnya, (C x B) + D = A

Sekarang kita gunakan logika pemrograman, atau ada yang sering menyebutnya dengan algoritma pemrograman.

Yang perlu diperhatikan bahwa, penentuan bahwa suatu bilangan itu ganjil atau genap cukup dengan memanfaatkan utilitas sisa hasil bagi atau mod saja, tanpa melibatkan div.

Berikut ini adalah contoh pseudocode dalam bahasa Indonesia.

JIKA A mod 2 = 0 MAKA
     A adalah bilangan genap
SEBALIKNYA
     A adalah bilangan ganjil

Sintaks SEBALIKNYA menandakan bahwa A mod 2 ≠ 0.
Continue reading

Pindah Hosting Selesai

Standard

Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin.

Atas izin Allah swt. , blog penulis akhirnya bisa dipindahkan ke hosting lain.

Hampir 2 hari 2 malam, situs down alias offline.

Beberapa yang penulis lakukan sebelum melakukan pindahan:

  1. Backup seluruh file di direktori tempat wordpress diinstal.
  2. Backup database melalui phpmyadmin
  3. Backup data melalui utilitas yang disediakan WordPress, yaitu fasilitas export.
  4. Siapkan hosting baru.
  5. Cari tahu nameserver yang disediakan oleh pihak hosting.
  6. Ubah nameserver lama di domain manager.
  7. Simpan
  8. Ketika propagasi sudah berjalan baik, artinya sudah mengarah ke tempat hosting, baru kita tambahkan domain kita yang lama di hosting baru.
    Biasanya di CPanel ada fasilitas Add On Domain. Kalau propagasi belum sesuai, biasanya muncul error alias can’t create domain !.
  9. Kalau sudah berhasil propagasi domain ke tempat hosting, salin file backup di hosting lama ke hosting baru.
  10. Restore atau impor database hasil ekspor phpmyadmin ke hosting baru menggunakan phpmyadmin pula. (file xml hasil expor di wordpress yang lama sementara simpan aja dulu.) 🙂
  11. Ubah pengaturan database, meliputi nama database, nama user, password, dan nama server. Sesuaikan dengan di tempat hosting baru.

Insya Allah secara isngkat dengan langkah-langkah di atas sudah jalan.

Continue reading

Tutorial Membuat Private Nameserver Menggunakan ZoneEdit.Com

Standard

Alhamdulillah. Nahmaduhu wa nusholli wa nusallimu ‘alaa rasuulihil kariim.

Jika Anda memiliki domain dan hosting, biasanya Anda akan diberikan nameserver tempat hosting untuk diletakkan pada domain manager Anda.

Berikut contoh yang penulis periksa pada domain http://forumif.web.id.


Dari gambar di atas diperoleh informasi bahwa domain yang bersangkutan ternyata disimpan di tempat hosting yang menyediakan nameserver dns3.vlexodns.com dan dns4.vlexodns.com. Dimana kedua nameserver tersebut dimiliki oleh penyedia hosting Vlexo.Com.

Continue reading

Bagaimana Membangun Website yang Buruk dan Membuat Frustasi Pengunjung

Standard

Alhamdulillahi wa syukurillaah. Shalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa ummati ajma’iin.

Tulisan yang akan penulis sampaikan di sini adalah terjemahan bebas dari artikel yang berada di http://www.jasonoconnor.com/?p=10 yang berjudul How to Have a Terrible Website and Frustrate the Heck out of Your Visitors.

Tujuan utama dari penulisan artikel ini adalah agar para pemilik, pengelola, dan pengembang website dengan tujuan apapun dapat mendapat manfaat lebih dan menekan dampak negatifnya semaksimal mungkin. Selamat membaca!

->

Apabila Anda seorang webmaster ataupun pemilik website yang sadis dan memiliki semangat yang menggebu-gebu untuk membuat pengunjung website Anda frustasi dan marah setiap kali mereka mengunjungi website Anda, berikut ini ada 3 hal yang perlu Anda perhatikan. Jika Anda ingin agar website Anda kelihatan buruk, bekerja dengan parah sekali dan bertabrakan dengan peraturan dasar dalam fundamental pemasaran (marketing), silakan lanjutkan membaca.

Pertama-tama, ijinkan penulis jelaskan akan ketiga hal ini. Satu cara dalam melihat sebuah website dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: desain, teknis dan pemasaran (marketing). Dengan kata lain, setiap website tentunya memiliki 3 komponen tersebut. Mereka semua memiliki desain atau tampilan, mereka semua pasti berada dalam sebuah server hosting dan diprogram secara layak agar dapat hidup di Internet (secara teknis) dan mereka semua mempunyai beberapa jalan untuk dapat menarik pengunjung dan melakukan penjualan (marketing).

Selanjutnya, mari kita lihat 10 cara teratas agar Anda bisa mengganggu pengunjung website dan berusaha membuat website Anda sangat buruk pada 3 bagian ini. Berikut ini sebuah daftar, dibagi menjadi 3 kategori, yang bermaksud tentunya jangan sampai dilakukan.

Continue reading

Tutorial ZoneEdit – membuat subdomain ke hosting lain

Standard

Alhamdulillah. Nahmaduhu wa nusholli wa nusallimu ‘alaa rasuulihil kariim.

Sebagai lanjutan dari tutorial  Tutorial ZoneEdit sebagai DNS Service sebelumnya. Insya Allah penulis akan sedikit berbagai pengetahuan mengenai pemanfaatan layanan hosting DNS ZoneEdit untuk membuat subdomain yang mengarah pada hosting lain.

Apabila Anda memiliki hosting dan domain yang terhubung tanpa menggunakan layanan DNS manager (free maupun berbayar), tentunya ketika Anda membuat subdomain terhadap domain utama akan dialokasikan space (ruang) yang sama dengan domain utama Anda.

Misal, penulis mempunyai domain http://galih.eu, dan ingin membuat subdomain http://keren.galih.eu, hal ini bisa Anda lakukan di panel kendali dari tempat hosting Anda. Pembuatan subdomain di panel kendali akan mengalokasikan sebuah ruang/direktori baru untuk menampung data-data yang ingin Anda tampilkan di subdomain baru tersebut.

Beberapa kekurangannya (disamping kelebihan yang lain) adalah:

  • Space (ruang) hosting domain utama berkurang (tentu)
    Berbagi alokasi antara domain utama dan sudomain
  • Bandwidth yang dialokasikan bertambah
    Penggunaan bandwidth akan bertambah dikarenakan Anda membuat subdomain di hosting yang sama

Continue reading